Rambut rupanya tak sekadar menjadi mahkota, terutama bagi kaum perempuan. Buktinya, ilmuwan dari Brigham Young University(BYU), Utah, menemukan fungsi lain. Mereka menyatakan rambut bisa digunakan untuk mendektesi kelainan makanan pada seseorang.
Hasil analisa yang dilakukan pada rambut bisa digunakan untuk mendektesi kelainan pola makan. Padahal seperti yang diketahui kelainan makanan cukup sulit dideteksi.
Dalam studinya, para peneliti mengatakan mereka telah mengembangkan sebuah penelitian untuk mengetahui hal tersebut. Karbon dan nitrogen yang ada pada rambut bisa menunjukkan anorexia nervosa atau bulimia pada seseorang.
Tubuh Anda khususnya rambut bisa merekam kebiasaan makan Anda. Seiring dengan tumbuhnya rambut otomatis dibarengi dengan bertambahnya protein baru. Nah, protein tersebut dipengaruhieloh apapun makanan yang Anda konsumsi. Jadi setiap helai rambut yang berada di kepala Anda tak ubahnya seperti ‘buku harian’ kimia yang merekam nutrisi harian yang Anda konsumsi ujuar” Kent Hatch, sistem profesor Ilmu Biologi di BYU, seperti dilansir healtnewsday.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Rapid Communications Mass Spectrometry itu, masih akan dikembangkan lebih lanjut. Menurut National Institutes Of Health Amerika, lebih dari 90 persen penderita gangguan pola makan dialami wanita usia 12 sampai 25 tahun. Namun penelitian terbaru menunjukan gejala peningkatan pada wanita dewas. Tanpa perawatan yang memadai, penderita kelainan pola makan ini akan meningkatkan gizi buruk , masalah yang berhubungan dengan jantung dan komplikasi fatal lainnya.
Short Info( Majalah IBU & ANAK)
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori


